Showing posts with label dear you. Show all posts
Showing posts with label dear you. Show all posts
Bukan cangkir-cangkir vodka; pun anggur murni
Melainkan dua teguk kafein dan cakap di penghujung hari
serta bola matamu yang hitam menikam, lelaki
membuatku mabuk hingga lupa diri

Bukan gincu merah lantang; pun kuku dadu
Melainkan tawa dan cinta yang tiada alpa bertamu
serta pulasan senyum yang tercipta sebabmu
mendadaniku hari ini sejak waktu itu

Dan aku duduk. Berdiri. Duduk. Berdiri. Memikirkan segala bukan yang lain-lain
entah-
Sebab semua bukan hal yang nyata lagi, namun
engkaulah pengecuali





Agustus, 2014. Sebuah sajak pendek yang lahir dari kopi wamena di sore hari.


kebanyakan dari kita akan senang bersajak ketika sedang berada dalam dua kondisi: jatuh cinta dan patah hati.
dua situasi yang sesungguhnya kontradiksi.

dan kini kau paksa aku untuk puitis dengan cara yang kedua, cara yang sesungguhnya sangat tidak aku suka.

ah, jika kau tidak tau, kali ini akan kunyatakan jelas kepadamu;
"aku akan jauh lebih bahagia jika kau membuatku bersajak karena kondisi yang pertama, bukan sebaliknya."

maka apabila kau mengerti, buatlah aku jatuh cinta lagi. agar kali ini aku berpuisi dengan binar bahagia di hati, dengan kata - kata sarat romantisi.

namun apabila ternyata yang kau ingini dariku adalah air mata, maka ya, teruskan saja caramu seperti biasa, dan silahkan nikmati sajakku yang penuh ratap iba.

dengan kata lain;
jika kau ternyata memang ingin menyakitiku, caramu sudah benar. kuberitahu saja, aku terluka.

Sajak

by on 10:10:00 PM
kebanyakan dari kita akan senang bersajak ketika sedang berada dalam dua kondisi: jatuh cinta dan patah hati . dua situasi yang sesungguhn...
teruntuk yang spesial bagiku, kamu.


perlu pertimbangan dan keberanian tersendiri untuk akhirnya menuliskan surat ini, padamu. ini hari ke tiga puluh, dan aku harus ekstra bijak menentukan untuk siapakah surat terakhirku kutujukan.

banyak nama yang bermunculan dalam pikiranku. ayahku..., sahabat - sahabatku (mereka belum kebagian surat dariku)..., teman teman SMAku..., ah, banyak! lalu nama - nama tersebut lantas berhenti, di namamu.

well, benar itu kamu.

delapan belas tahun dalam hidupku, aku pernah mengalami dua tahun yang teramat pelik, dimana kesedihan tak henti - hentinya mencekik, dan nyanyian cinta tak lagi terdengar menarik.
di masa itu, aku menjalani hidupku seperti botol kosong yang mengapung - apung di lautan. sepi, sendiri, dan tak tahu jalan. aku tak bermaksud melebihkan, tapi kau boleh tanya, begitulah perasaan orang - orang yang pernah rusak cintanya, dan terluka habis hatinya.
maka dari itu, tak berlebihan jika aku memutuskan untuk memagari diriku sendiri rapat - rapat, agar tak ada lagi siapapun yang mendekat.

lalu itu kamu, yang tetiba masuk ke kehidupanku.
kau tunjukkan aku binar - binar bahagia, melalui sebuah pesan singkat yang teramat biasa. kau tunjukkan aku rupa - rupa mimpi, melalui pembicaraan kecil setiap hari. kau tunjukkan aku geliat - geliat harapan, melalui satu dua keping perhatian. singkatnya, kau tunjukkan aku kehidupan, hanya melalui sebuah senyuman..

dari situ kau ajari kembali aku kilau kemilau cinta dari sisi yang lebih sederhana. memberi aku sebuah keyakinan, bahwa tak mustahil kembali memulai apa yang sebelumnya berderai dibungkas badai.

kau membuat aku mengingat kembali bagaimana rasanya tertawa karena hal - hal yang sepintas tak bermakna, bagaimana rasanya menyebutkan sebuah nama dalam setiap doa, atau menjejali diri sendiri dengan beribu harap dan asa.

karena hanya bersamamu, aku merasakan kembali bahagia yang meletup - letup, ah ya, hanya kaulah yang sanggup.
dan betapa hatiku berderak - derak, memainkan lagu - lagu cinta hanya karena kita berjalan bersisian..


ahh.... seharusnya ini surat cinta, bukanlah puisi atau prosa..

tapi begitu harus menulis untukmu -bukan tentangmu- otakku lalu beku. aku tak tau harus menulis apa, dan bagaimana. semua kata - kata bermain di kepala, tapi hanya seperti roman - roman penuh kiasan belaka.

setelah carut marut pembukaan yang mungkin terkesan rumit, aku hanya bisa menulis sedikit saja untukmu -bukan tentangmu- yang kuharap dapat kau mengerti isinya..

hai, dear?
pernah mendengar kabar bahwa aku mencintaimu?
sepertinya itu benar.



ya.., itu saja.



well, inilah dia, yang seharusnya surat cinta.
dariku,
untukmu, yang aku harapkan akan hadir, di garis akhir.
karena kau tahu? aku berniat mencintaimu tanpa tapi, dan tanpa tepi.

maka sampai jumpa, nanti! :)