Showing posts with label lucky life. Show all posts
Showing posts with label lucky life. Show all posts
one of my favorite pic with the birthday girl <3


Hari ini, 21 tahun yang lalu, Allah menakdirkan seseorang untuk lahir ke dunia. Tidak ada yang tahu bahwa seseorang itu akan menjadi seseorang yang sangat-sangat penting buat saya. Sampai saat ini pun saya bersyukur tak habis-habis bahwa Allah membuat saya masuk ke Sekolah Dasar yang sama dengannya, lantas menjadikan kami teman dekat saat kelas 3.
Iya, teman dekat saja, pada saat itu. Teman yang sama-sama senang membaca, bisa ditanya soal pe-er setiap hari, teman yang baik, yang mau diajak bikin proyek nulis dan jualan gelang-gelangan dari kerang padahal kami masih berusia kurang lebih 9 tahun.
Belasan tahun berlalu sudah, dan sungguh, tidak menyangka bahwa seseorang tersebut masih berada di sisi saya dan menemani saya hingga kini. Menjadi tempat cerita, tempat tukar pikiran, tempat saya meminta sudut pandang dan opini, tempat saya berbagi segala jenis kebahagiaan serta kesedihan.

Namanya Firda. Orang rumahnya memanggil dia Anis. Nama lengkapnya, Firda Niswatul Ulya Putri. Saya dan sahabat saya yang lain, yakni Vini (dan sahabat Firda juga), sering mengejeknya 'boros nama' karena namanya yang terlalu panjang. Kami bahkan sering mengganti namanya menjadi bermacam-macam model, entah Firdaus, Firda Perkenut, Firda Niswatululululuuull dan lain-lain lagi yang kalau saya bongkar, bisa bikin si empunya nama ngomel-ngomel sendiri. Padahal arti namanya bagus sekali. Tapi saya lupa apa *digebuk*. Pokoknya kalau nggak salah, ada surga-surganya gitu. Mungkin nanti bisa ditanya ke orangnya langsung.  

Dia orang yang ga terlalu banyak mulut, tapi nggak bisa juga dibilang pendiam. Berkebalikan sama saya. Jadi kalau kami bertemu, saya yang suka ngomong panjang lebar, dia yang mendengarkan. Tapi, hebatnya, dia selalu merespon terhadap pembicaraan saya. Dia teman diskusi yang sangat-sangat menyenangkan dan pandai menilai situasi sehingga tau bagaimana menanggapi omongan lawan bicaranya.

Seperti yang sudah saya bahas tadi, kami berteman dari kelas 3 SD. Bukan hanya saya dan dia, tapi juga Vini. Awal kedekatan kami adalah tempat duduk (apalagi coba? hahaha) lalu proyek menulis kecil-kecilan di buku merek mirage harga Rp. 1.000 (pada saat itu) gambar harimau unyu isi 38 lembar. Kami mengerjakan proyek itu bertiga, menulis dongeng, cerpen, artikel-artikel (yang didapat dari majalah) dan lainnya. Lalu kami semakin dekat ketika kami mendapat peringkat yang berturut-turut, yakni 1, 2 dan 3. Sejak saat itu kami dikenal teman-teman dan guru-guru sebagai 3 serangkai.

Kedekatan kami berlangsung hingga SMP, dimana kami masuk ke sekolah yang sama. Lalu SMA, yang meskipun kami semua berpisah sekolah, kami selalu ngumpul minimal sekali dalam seminggu dan membuat 'jurnal' mingguan yang dioper-oper tiap seminggu sekali. Sampai sekarang, saat saya kuliah di Fakultas Kedokteran, Vini di Ilmu Pemerintahan dan Firda di Fakultas Ekonomi, kami masih bersama-sama dan rutin mengadakan pertemuan utamanya ketika Vini mendapat 'pesiar' (semacam izin keluar asrama di akhir minggu).

Di antara kami bertiga, Firda adalah orang yang paling-paling-paling sabar. Paling pengalah. Paling nurut. Paling bijak juga. Saya dan Vini sering berantem, dan Firda itu penengahnya. Firda itu kayak air yang bikin amarah dan keegoisan kami redam. Pernah ketika jaman SMP dulu saya dan Vini nggak teguran, Firda bahkan sampai nraktir kami di rumah makan supaya kami bicara dan baikan lagi. Firda juga orangnya nggak gampang marah, kalem, ga mudah tersinggung padahal selalu jadi bulan-bulanan saya dan Vini. Kalaupun sakit hati, dia cepat-cepat memaafkan. Firda itu orang sangat-sangat kami sayang bukan hanya karena kesabarannya menghadapi kami, tapi juga karena kemampuannya bikin kami jadi anak kecil tapi juga jadi dewasa sekaligus. 

Hal yang paling saya ingat dari seorang Firda adalah how she always tries to be a better person. Each day. Saya tau dia yang dulu gimana. Tapi sekarang dia udah banyaaak sekali berubah. Mulai dari cara jalan (yang dulu sering jadi bahan ejekan saya sama Vini juga, hahaha peace), gaya berpakaian, sampai hal-hal seperti beribadah yang jujur jauh melebihi saya dan Vini. Saya juga ingat betapa dia adalah sahabat yang paling baik hati yang tidak pernah perhitungan. Sedikitpun. Masih jelas di otak saya, dulu dia sering ngantarin saya kemana-mana pake motor, dari jaman kami masih bisa bonceng tiga sama alm. Neang Abahnya (Kakek), sampai dia yang nganterin pake motor sendiri. Dia juga orang yang nekat ngajarin saya ngendarain motor. Dia orang yang mau jemput saya gimanapun keadaannya kalo tiba-tiba saya dalam kondisi emergency. Dia juga orang yang selalu nanya 'Ada apa aay?' tiap status bbm saya sedih atau galau. Dan hal-hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak alasan saya sangat menyayangi dia :"> 

Hari ini, dia berulang tahun. Dan dari dini hari tadi, saya hanya kirim sms ucapan ke dia. Bukan karena saya tidak peduli, nggak mau ngontak, bukan pula karena saya sibuk. Saya sudah punya rencana nulisin ini untuk dia sejak lama, namun saya dan Vini sepakat akan memostingnya malam hari saat ulang tahunnya akan berakhir. Jadi kalau kamu ngerasa kamu dicuekin seharian ini karena kami sibuk, nggak gitu kok, Fir :p Surpriseee...! Hehehe

Saya menyayangi dia. Sangat-sangat sayang, setulus hati dan perasaan saya. Dia -dan Vini- adalah yang namanya hampir selalu tersebut dalam doa-doa saya, berharap kami menjadi sahabat tidak hanya di dunia tapi sampai ke akhirat, kelak.

Selamat ulang tahun, Firda Niswatululululuuulll! Selamat bertambah usia, kesayangan! Semoga Allah berkahi usiamu, memberikan manfaat dan rahmat di sepanjang langkah-langkahmu. Semoga kamu senantiasa dimampukan dalam setiap apapun yang menjadi ujian. Semoga ukhuwah kita semakin dikuatkan :)
Kamu salah satu orang penting dalam hidup saya, dan bahkan pernah terlintas di benak saya, kalau saja ada kamu versi lelaki, pasti orang itu akan saya nikahi. Hahahaha.

--

P.s. Ada pesan dari kesayangan kita:


dari 'Musuh-mu' Vini Cubidubidam hahahaha


VIP forever, Best Soul-Friendship everafter :)

We heart you, ay! <3 <3


Ah, hello peeps!

Jadi sekitar beberapa minggu lalu, pas masih masa liburan, saya diajak teman SMA saya untuk ikut 'ekspedisi' ke Lemukutan. Tanpa banyak mikir saya langsung setuju buat ikut, karena emang udah dari jaman kapan taun pengen pergi ke pulau ini. Apalagi setelah baca pengalaman temen saya firda tentang perjalanan ke Lemukutan yang dia tulis di blognya.

Maka pergilah saya dan teman-teman SMA saya (beserta *uhuk* 'K', alias kekasih, yang juga temen SMA saya). Jumlah kami bersepuluh, 7 orang cowok -yaitu Wildan, Amad, Herza, Zain, Bahrian, Anto, dan tak lupa K- serta 3 orang cewek -yakni Vilda, Selly dan saya sendiri-. Malam sebelum berangkat, kami semua nginep di rumah (alm) neneknya K yah itung-itung sekalian pdkt sama keluarga besar K lah ya. Bukannya istirahat, sebagian besar dari kami malahan begadang main UNO sambil cerita-cerita sama nonton joget cesar. Kalo saya mah kaga bisa tidur gara-gara abis nonton The Conjuring, hahaha -_-

Nah, oke jadi kita langsung ke perjalanannya aja ya.

Lemukutan Day #1

- Pool Damri
Tepat abis solat subuh, kami udah standby di pool Damri, nunggu bis yang udah kami 'pesan' dateng ngejemput. Awal-awalnya sempet ada miskomunikasi, dia ngejemput di deket tol landak, lah kitanya nunggu di tol satu. Akhirnya si abang-abang bus balik lagi deh ngejemput kami. Begitu bus nya dateng, kita langsung cari posisi wuenak trus tidurrr (karna kemarennya kaga tidur).

-Dermaga Samudera Indah dan Perjalanan di Kapal
Sampailah kami pada tempat berhenti pertama. Mestinya sih kami turunnya di dermaga Teluk Suak, tapi karena dapat informasi dermaga tersebut air lautnya lagi surut, jadi kami pindah berangkat dari sini. Untuk sampe ke dermaganya, kami harus jalan kaki dari gerbang loket sampai dermaga. Lumayan bakar lemak sih, tapi itung-itung olahraga lah. Di dermaga, kami naik kapalnya pak Edi (ada tulisannya di kapal), kebetulan bareng sama satu rombongan lain. Kami kebagian duduk di bagian depan kapal (apaan tuh namanya, nggak tau), jadi pas ombaknya gede, makin yahud pula goyangannya. Pas awal-awal keciprat-ciprat air laut kami masih bisa ketawa-ketawa. Pas udah kena satu gelombang gede, baru deh pada kalem. Saya mah udah sukses mabuk sejak awal perjalanan ._.v Sekitar 2 jam kami di kapal, sampai deh ke lemukutan, horee!

- Tanah lemukutan, penginapan bang Andi, sunset!
Di lemukutan, kami nginap di rumah warga, kenalannya Bahrian. Abis solat jumat (bagi yan cowok), makan, kemas-kemas dan lain-lain kami istirahat sebentar. Agak sorean, kami 'jalan-jalan' keliling pulau. Tujuan pertama itu ke penginapan Bang Andi, keluarganya firda. Kami ke sana jalan kaki sekitar 15-20 menitan, lumayan jauh sih, tapi nggak kerasa karena rame-rame. Sebenarnya ke sana cuma buat silaturahim aja, eh trus ditawarin ke sana lagi malem-malem buat bakar ikan, sama snorkeling besoknya. Bang Andi punya beberapa alat snorkle yang bisa disewa. Kami langsung setuju. Pas udah mau petang, kami pun pamit. Tapi, kami nggak langsung pulang, melainkan pergi lagi ke bagian lain dari pulau untuk berburu sunset. Jalan kakinya nggak sia-sia..! Kami dapet sunset yang baguus banget! Kalo kata teman saya "Ini Lemukutan rasa Bali!" hahahaha. Jadi kami foto-fotolah di sana. Dari foto yang kayak editan photoshop saking bagusnya, sampe foto siluet yang keren abis.

- Seafood!
Malemnya, seperti janji kami ke Bang Andi, kami pun dateng lagi ke penginapan bang Andi. Kali ini perjalanan ke sana lebih serem dan 'berasa, karena udah malam trus lewat kuburan haahahaha (sekarang sih ketawa, waktu itu merinding). Sampe disana, 'abang 2017' (ada sejarahnya kenapa kita manggil beliau kayak gitu, hahaha) nyiapin bakar-bakarannya, trus kami sama abang 2017 ngebakar ikannya deh. Bumbunya cuma pake saus ama kecap aja, tapi dijamin maknyus karna ikannya masih seger. Trus kami ditawarin sotong juga, kami sih mau-mau aja. Lumayan nambah variasi menu. Setelah beberapa lama, ikan dan sotongnya pun siap disantapp. Endang bambang, alias enak banget! Kami juga ditawarin minum kelapa, tapi karna udah malem, kami harus pulang.

Lemukutan Day #2

- Mancing dan Sunrise..!
Pagi-pagi, beberapa dari kami cabut ke dermaga buat mancing sama hunting sunrise. Beberapa lainnya stay di rumah buat masak sarapan (termasuklah saya yang ga jago masak sama sekali ini). Saya sempet ke dermaga juga sih, liat-lat gimana pemandangan di sana pagi hari. Cantik benerr euy, rasanya damai banget. Temen saya cerita, dia mancing lama-lama tapi ga dapet ikan sama sekali, eh begitu anak kecil di sana yang mancing, sebentar aja langsung dapet. Gondok juga dengernya, hahaha -_- Puas main-main di dermaga, kami sarapan bareng-bareng deh.

- Snorkling dan makan siang, minum air kelapa!
Ini dia yang paling seru dari Lemukutan! Untuk pertama kalinya saya snorkling ke lautan lepas. Rasanya? Wuih.... seru! Baru kali ini ngeliat langsung segala pernak-pernik isi laut, dari ikan-ikannya, tanaman lautnya, karang-karangnya. Serunya lagi, kami dibawa keliling sama Abang 2017 naik sampan, ditunjukkin kerang laut, trus saya juga liat nemo :3 Ada juga yang liat penyu, sama bulu babi. Si Anto, temen saya yang anak sungai malahan masuk ke terowongan di laut (walaupun setelahnya gatal-gatal hahaha). We really, really had a blast! Setelah capek dan lapar, kami pun naik buat makan siang yang udah kami pesen sebelumnya ke bang Andi. Lauknya sederhana, cuma sayur daun ubi, ikan yang dimasak pedes, trus sambal sama ikan asin. Tapi sambalnya itu loh, bikin lahap! Setelah makan, kami pun minum kelapa yang baru diambil dari pohonnya. Rasa kelapanya macem-macem, ada yang enak kayak es kopyor, ada yang kayak susu soda hahaha.

- Mencari Pantai Pasir Putih
Sore harinya, kami jalan-jalan lagi keliling pulau. Tujuannya mau cari pantai pasir putih yang katanya cantiik banget. Jadi kami jalan kakilah. Perjalanannya lumayan jauh, dari yang cuma nemu kucing sampe nemu laba-laba gede sama iguana (I know -_-), dari turunan ampe tanjakan segala kami tempuh jalan kaki. Namun setelah jalan berabad-abad (ini lebay) ternyata pantai pasir putihnya masih jauuh banget, sedangkan kami udah kesorean dan ga bawa alat penerang apapun. Kami balik arah deh, pulang ke rumah. Sebelum pulang nyinggah dulu di salah satu tepian laut yang ternyata landai sampe ke tengah. Berenang-berenang, trus liat teripang sama kerang-kerang warna warni di batu karang. Cantik cantik :3 trus baru deh pulang. Tepaarrr.

- Malam terakhir, kembang api
Nah malam harinya, kami cuma santai-santai aja di rumah. Nonton tv, main UNO. Eh ternyata lagi ada perayaan tujuhbelasan di sana, jadi malem itu rame banget kembang api. Kami pun ke dermaga, duduk-duduk, liat anak sotong berenang-berenang. Trus buru-buru balik ke rumah pas liat kilat, mau hujan lebat kayaknya. Di rumah, kami lanjut main UNO, beres-beres rumah karena besok pagi-pagi banget udah harus pulang :')

Lemukutan Day #3

Pagi-pagi banget sekitar jam setengah 7an kami udah naik kapal buat pulang soalnya kapalnya cuma ada jam segitu. Ah, rasanya masih belom puas, masih pengen snorkling dan penasaran sama pantai yang ga ketemu itu. Kapal pun bergerak, dan perlahan-lahan pulau Lemukutan hanya tampak kecil dan hilang dari pandangan. See ya Lemukutan! :')

Oke, sekian aja sih cerita dari Lemukutannya. Lumayan panjang ya (atau malah singkat?). Saya pengennya bisa main-main ke sana lagi dan snorkling puas-puas. Masih banyak bagian dari pulau yang belum kami 'singkap' kemaren hehehe. Semoga bisa terwujud, aamiin!
See ya!





menjejak di Lemukutan



View dari penginapan bang Andi.
Laki-laki, ki-ka: Wildan, Bahrian, Amad, Herza, Anto, Zain, K
Perempuan: Vilda, Selly, Saya
sunset, taken by amad (@rifani_achmad)

eaaaa



siluet sunset!


sunrise di dermaga


perjalanan dari 'rumah' - penginapan bang Andi

bersiap-siap sebelum snorkeling~~

santai minum kelapa~ di belakang itu penginapan bang Andi


sebelum pulang :') tim masterchef!


ps. foto tidak ada yang diedit, hanya diresize
pps: semua foto milik Amad (@rifani_achmad)


Trip to Lemukutan!

by on 11:23:00 AM
Ah, hello peeps! Jadi sekitar beberapa minggu lalu, pas masih masa liburan, saya diajak teman SMA saya untuk ikut 'ekspedisi' ke L...
Self potrait of Nazwa Andari Indra
 
Bulan Februari lalu, untuk pertama kalinya saya ngambil tawaran sebagai guru privat. Muridnya nggak susah sih (mestinya), soalnya calon murid saya itu masih kelas 1 SD, perempuan  lagi. Jadi saya terima lah tawarannya, berhubung pengen coba-coba cari penghasilan sendiri dari ilmu yang pas-pasan ini.

Murid saya ini namanya Nazwa, panggilannya 'zua' (dibaca 'jua'). Anaknya manis, imut-imut, lucu trus kenes banget. Saya ini di kampus maupun di rumah udah terkenal cerewet, tapi sama dia saya masih sering kalah kalo udah 'silat lidah'. Pokoknya untuk ukuran anak SD kelas 1, wuih, ini anak canggih-canggih cerdas gitu lah.

Saya masih ingat hari pertama ngajar dia, awalnya canggung. Dia juga belum 'move on' dari guru lesnya yang lama. Masih suka salah panggil, masih suka bandingin. Saya paling inget banget satu percakapan ini yang bikin saya ketawa-ketawa kalo dikenang.

Nazwa: Kak, kakak hapal semua lagu-lagu ya?
Saya: Lumayan hapal. Zua mau diajarin lagu apa?
Nazwa: Nyanyiin cicak-cicak di dinding kak.............. tapi pake bahasa Arab...
Saya: *gubrak*

Itu baru 'awal' dari sekian banyak percakapan absurd kami selama saya ngajarin dia. Ada lagi beberapa yang saya ingat, yang lumayan bikin saya *gubrak*, *hening*, atau bahkan terharu karena kepolosan dia..

Nazwa: "Kak, nyanyiin lagu 'Pohon Belimbing' dong."
Saya: "Lagu 'Pohon Belimbing' itu yang mana ya...? Kakak nggak tau.."
Nazwa: "Iih.. katanya hapal semua lagu. Itu loh, yang kayak gini, 'naik... naik.. ke puncak gunung..' itu kaak."
Saya: *bengong* (Sejak kapan lagu itu berubah namanya jadi 'Pohon Belimbing'?) ._.



Nazwa: "Kak, kakak tinggal di sini aja ya?"
Saya: "Lah, kakak kan punya rumah?"
Nazwa: "Iya.. kakak pindah aja ke sini. Rumah kakak kan bisa dijual."
Saya: "Ya nggak bisa lah..."
Nazwa: "Bisa.., kan Kakak tuh kakaknya Zua, jadi harusnya tinggal di sini sama-sama Zua."
Saya: *awwwww* :')



Nazwa: "Kak, kemaren ada soal dikasi Bu Guru. Zua bisa ngerjainnya. Soalnya Zua nyontek teman Zua.:
Saya: "Eeeh kok gitu..? Ga boleh nyontek dong, kan Zua bisa kerjain sendiri."
Nazwa: "Iya sih, tapi zua kan malas ngerjainnya."
Saya: "Ya ampun.. pokoknya lain kali ga boleh nyontek ya. Kakak ga punya tuh adek yang suka nyontek kayak gitu."
Nazwa: "Huh, zua juga ga punya kakak yang cerewet kayak gitu."
Saya: .___.

 .... dan masih banyak lagi selama lebih kurang 6 bulan saya menjadi guru les 'kakak' nya dia :')

Namun, tepat hari ini saya mesti 'berdadah-dadahan' sama dia, karena saya memutuskan untuk berhenti mengajar. Bukannya karena saya capek jadi gurunya dia, nggak sama sekali, tapi karena mulai semester 5 nanti kegiatan perkuliahan dijamin akan super padat ditambah dengan deadline sidang skripsi serta tetek bengek keorganisasian yang saya amanahi. Jadi ya... saya mesti melepas kesibukan yang satu ini :')

Jujur saya sediih sekali, mengingat dia dan adiknya (oh iya, saya lupa cerita kalau dia punya adik perempuan yang sama lucu dan kenes nya sama kayak dia) udah saya anggap kayak adek perempuan sendiri (maklum, di rumah jadi cewek satu-satunya). Tapi toh, pilihan sudah diambil. Yang terjadi sudah terjadi. Akhirnya tadi sore saya 'pisahan' sama dia. Trus dipeluk eraaat banget :')

Eh, malamnya, saya dapet sms dong kayak gini... :')

 



Makin terharuuu :')
Trus ga beberapa lama dia nelpon, nanyain saya lagi apa? Dia kangen sama saya, katanya :') Sekitar 2 menitan kami ngobrol-ngobrol trus percakapan ditutup karena dia udah mau tidur. Trus dia bilang besok sebelum pergi sekolah dia mau nelpon lagi, liat aja besok bener apa nggak.. hehehe..

Goodbye is always hard, .. apalagi sama anak selucu ini.. :') Ahh... semoga berikutnya silaturahim kami bisa tetap terjalin, walaupun saya mungkin tidak bisa bertemu dia sesering biasanya :") I love her (and her sister) like they are my own siblings. They are my sweet lil girls :')

See ya!


Foto di figura ruang tamu. Sengaja difoto sama Nazwa sendiri, dia bilang "Ini foto buat kakak liat-liat kalo lagi kangen zua." :'>

Satu-satunya foto berdua sama dia. iya, saya kucel.

Foto adeknya, yang difoto sendiri sama dia. Adeknya langsung heboh berpose :'>


Harus jadi anak pinter ya, adek-adekku...! :')

goodbye, kid..! :')

by on 12:24:00 AM
Self potrait of Nazwa Andari Indra   Bulan Februari lalu, untuk pertama kalinya saya ngambil tawaran sebagai guru privat. Muridnya ngg...

"Heartbreak brings you good words. Admiration turns you into poetic freak. But, falling into real love causes you speechless. No words."
- Speechless, I am.

falling

by on 7:34:00 PM
"Heartbreak brings you good words. Admiration turns you into poetic freak. But, falling into real love causes you speechless. No word...
Haloo Februari...!

Selamat datang..!
Kedengarannya ceria, ya? Ceria memang. Aku sedang senaaaang! Akhirnya 'tugas' yang tengah intensif kukerjakan beberapa minggu ini selesai..!

Bersamaan dengan tuntasnya pekerjaanku, aku sejenak ingin berhenti. Berdiam diri dan memandang ke belakang sejenak. Mengilas balik apa-apa saja yang telah terjadi selama Februari di tahun-tahun belakangan ini. Tidak apa kan?


Februari 2010


Aku sungguh ingat Februari yang ini, bagaimana bisa lupa? Kala itu 'Februari cinta' menyapaku. Setelah bulan-bulan sebelumnya aku harus berhadapan dengan sakit hati dan luka, ternyata akhirnya seseorang datang, mengetuk pintu, masuk dan membawakan tawa. Aku ingat betapa bahagianya aku pada waktu itu. Aku mengiaskannya sebagai menemukan potongan puzzle terakhir. Menemukan yang tepat. Di Februari satu itu, aku tak henti-henti berterima kasih. Untuk pertama kalinya aku merasa cukup. Sempurna.



Februari 2011


Seharusnya Februari di tahun ini menjadi pengulangan bahagia di Februari tahun sebelumnya, benar begitu? Tapi ternyata tidak. Seseorang yang datang tersebut ternyata harus pergi, masih di tahun yang sama. Aku masih ingat betapa di Februari tahun ini aku bersedih-sedih sendiri, mengenang yang lalu-lalu. Yang dulu-dulu. Tuhan yang tahu betapa aku kecewa, dan kemudian menyumpah-serapah cinta. Aku pada saat itu, adalah aku kerjanya menangis dan meratap saja. Ah, betapa lucu. Menyedihkan, tapi lucu :')



Februari 2012


Bulan Februari di tahun ini (yang berarti Februari tahun lalu) aku perlahan sembuh. Sedikit demi sedikit aku mengumpulkan serpih-serpih kehidupanku yang sempat hancur berantakkan. Aku mulai belajar bahwa bahagia dapat datang dari pintu mana saja, dan dalam bentuk apa saja. Aku dikelilingi teman-teman kuliahku yang luar biasa dan tentu saja dua sahabatku sejak SD, meskipun kami kuliah di jurusan yang berbeda-beda. Ah, betapa bahagianya aku di tahun yang lalu. Tidak ada cinta yang melengkapi, memang. Namun tak mengapa, aku sudah merasa cukup bersyukur. Hidupku lebih dari indah.



Februari 2013


Februari... tahun ini....? Aku belum tahu akan jadi seperti apa. Aku tidak punya harapan khusus, tidak punya ekspektasi gila apakah bulan ini akan menjadi baik dan bahagia.
Namun Februari ini dibuka dengan aku yang tersenyum lebar. Tertawa. Karena apa? Pada hari ini, tepatnya, aku telah menyelesaikan tugasku. Menggenapkan satu mimpiku, meskipun belum sama persis seperti yang ada di kepala, ah tapi aku sedang menunggu. Menanti Tuhan menyelesaikan bagianNya, mewujudkannya menjadi nyata atau tidak..! :')

Apakah aku bahagia? Bahkan seluruh kosa kata dalam Bahasa Indonesia tidak bisa mendefinisikannya.

Dan untuk cinta...? Well, entahlah. Aku masih tidak tahu, kita lihat saja..! :D



Doakan aku, ya!