Bukan cangkir-cangkir vodka; pun anggur murni
Melainkan dua teguk kafein dan cakap di penghujung hari
serta bola matamu yang hitam menikam, lelaki
membuatku mabuk hingga lupa diri

Bukan gincu merah lantang; pun kuku dadu
Melainkan tawa dan cinta yang tiada alpa bertamu
serta pulasan senyum yang tercipta sebabmu
mendadaniku hari ini sejak waktu itu

Dan aku duduk. Berdiri. Duduk. Berdiri. Memikirkan segala bukan yang lain-lain
entah-
Sebab semua bukan hal yang nyata lagi, namun
engkaulah pengecuali





Agustus, 2014. Sebuah sajak pendek yang lahir dari kopi wamena di sore hari.


And later on that day,
(just another usual day)

I'll be seeing you and smile
knowing
We have finally both stood on the alley
of fate
when God decides
whose rib has lost
shall reunite

a vision

by on 12:01:00 PM
And later on that day, (just another usual day) I'll be seeing you and smile knowing We have finally both stood on the alley of fa...
one of my favorite pic with the birthday girl <3


Hari ini, 21 tahun yang lalu, Allah menakdirkan seseorang untuk lahir ke dunia. Tidak ada yang tahu bahwa seseorang itu akan menjadi seseorang yang sangat-sangat penting buat saya. Sampai saat ini pun saya bersyukur tak habis-habis bahwa Allah membuat saya masuk ke Sekolah Dasar yang sama dengannya, lantas menjadikan kami teman dekat saat kelas 3.
Iya, teman dekat saja, pada saat itu. Teman yang sama-sama senang membaca, bisa ditanya soal pe-er setiap hari, teman yang baik, yang mau diajak bikin proyek nulis dan jualan gelang-gelangan dari kerang padahal kami masih berusia kurang lebih 9 tahun.
Belasan tahun berlalu sudah, dan sungguh, tidak menyangka bahwa seseorang tersebut masih berada di sisi saya dan menemani saya hingga kini. Menjadi tempat cerita, tempat tukar pikiran, tempat saya meminta sudut pandang dan opini, tempat saya berbagi segala jenis kebahagiaan serta kesedihan.

Namanya Firda. Orang rumahnya memanggil dia Anis. Nama lengkapnya, Firda Niswatul Ulya Putri. Saya dan sahabat saya yang lain, yakni Vini (dan sahabat Firda juga), sering mengejeknya 'boros nama' karena namanya yang terlalu panjang. Kami bahkan sering mengganti namanya menjadi bermacam-macam model, entah Firdaus, Firda Perkenut, Firda Niswatululululuuull dan lain-lain lagi yang kalau saya bongkar, bisa bikin si empunya nama ngomel-ngomel sendiri. Padahal arti namanya bagus sekali. Tapi saya lupa apa *digebuk*. Pokoknya kalau nggak salah, ada surga-surganya gitu. Mungkin nanti bisa ditanya ke orangnya langsung.  

Dia orang yang ga terlalu banyak mulut, tapi nggak bisa juga dibilang pendiam. Berkebalikan sama saya. Jadi kalau kami bertemu, saya yang suka ngomong panjang lebar, dia yang mendengarkan. Tapi, hebatnya, dia selalu merespon terhadap pembicaraan saya. Dia teman diskusi yang sangat-sangat menyenangkan dan pandai menilai situasi sehingga tau bagaimana menanggapi omongan lawan bicaranya.

Seperti yang sudah saya bahas tadi, kami berteman dari kelas 3 SD. Bukan hanya saya dan dia, tapi juga Vini. Awal kedekatan kami adalah tempat duduk (apalagi coba? hahaha) lalu proyek menulis kecil-kecilan di buku merek mirage harga Rp. 1.000 (pada saat itu) gambar harimau unyu isi 38 lembar. Kami mengerjakan proyek itu bertiga, menulis dongeng, cerpen, artikel-artikel (yang didapat dari majalah) dan lainnya. Lalu kami semakin dekat ketika kami mendapat peringkat yang berturut-turut, yakni 1, 2 dan 3. Sejak saat itu kami dikenal teman-teman dan guru-guru sebagai 3 serangkai.

Kedekatan kami berlangsung hingga SMP, dimana kami masuk ke sekolah yang sama. Lalu SMA, yang meskipun kami semua berpisah sekolah, kami selalu ngumpul minimal sekali dalam seminggu dan membuat 'jurnal' mingguan yang dioper-oper tiap seminggu sekali. Sampai sekarang, saat saya kuliah di Fakultas Kedokteran, Vini di Ilmu Pemerintahan dan Firda di Fakultas Ekonomi, kami masih bersama-sama dan rutin mengadakan pertemuan utamanya ketika Vini mendapat 'pesiar' (semacam izin keluar asrama di akhir minggu).

Di antara kami bertiga, Firda adalah orang yang paling-paling-paling sabar. Paling pengalah. Paling nurut. Paling bijak juga. Saya dan Vini sering berantem, dan Firda itu penengahnya. Firda itu kayak air yang bikin amarah dan keegoisan kami redam. Pernah ketika jaman SMP dulu saya dan Vini nggak teguran, Firda bahkan sampai nraktir kami di rumah makan supaya kami bicara dan baikan lagi. Firda juga orangnya nggak gampang marah, kalem, ga mudah tersinggung padahal selalu jadi bulan-bulanan saya dan Vini. Kalaupun sakit hati, dia cepat-cepat memaafkan. Firda itu orang sangat-sangat kami sayang bukan hanya karena kesabarannya menghadapi kami, tapi juga karena kemampuannya bikin kami jadi anak kecil tapi juga jadi dewasa sekaligus. 

Hal yang paling saya ingat dari seorang Firda adalah how she always tries to be a better person. Each day. Saya tau dia yang dulu gimana. Tapi sekarang dia udah banyaaak sekali berubah. Mulai dari cara jalan (yang dulu sering jadi bahan ejekan saya sama Vini juga, hahaha peace), gaya berpakaian, sampai hal-hal seperti beribadah yang jujur jauh melebihi saya dan Vini. Saya juga ingat betapa dia adalah sahabat yang paling baik hati yang tidak pernah perhitungan. Sedikitpun. Masih jelas di otak saya, dulu dia sering ngantarin saya kemana-mana pake motor, dari jaman kami masih bisa bonceng tiga sama alm. Neang Abahnya (Kakek), sampai dia yang nganterin pake motor sendiri. Dia juga orang yang nekat ngajarin saya ngendarain motor. Dia orang yang mau jemput saya gimanapun keadaannya kalo tiba-tiba saya dalam kondisi emergency. Dia juga orang yang selalu nanya 'Ada apa aay?' tiap status bbm saya sedih atau galau. Dan hal-hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak alasan saya sangat menyayangi dia :"> 

Hari ini, dia berulang tahun. Dan dari dini hari tadi, saya hanya kirim sms ucapan ke dia. Bukan karena saya tidak peduli, nggak mau ngontak, bukan pula karena saya sibuk. Saya sudah punya rencana nulisin ini untuk dia sejak lama, namun saya dan Vini sepakat akan memostingnya malam hari saat ulang tahunnya akan berakhir. Jadi kalau kamu ngerasa kamu dicuekin seharian ini karena kami sibuk, nggak gitu kok, Fir :p Surpriseee...! Hehehe

Saya menyayangi dia. Sangat-sangat sayang, setulus hati dan perasaan saya. Dia -dan Vini- adalah yang namanya hampir selalu tersebut dalam doa-doa saya, berharap kami menjadi sahabat tidak hanya di dunia tapi sampai ke akhirat, kelak.

Selamat ulang tahun, Firda Niswatululululuuulll! Selamat bertambah usia, kesayangan! Semoga Allah berkahi usiamu, memberikan manfaat dan rahmat di sepanjang langkah-langkahmu. Semoga kamu senantiasa dimampukan dalam setiap apapun yang menjadi ujian. Semoga ukhuwah kita semakin dikuatkan :)
Kamu salah satu orang penting dalam hidup saya, dan bahkan pernah terlintas di benak saya, kalau saja ada kamu versi lelaki, pasti orang itu akan saya nikahi. Hahahaha.

--

P.s. Ada pesan dari kesayangan kita:


dari 'Musuh-mu' Vini Cubidubidam hahahaha


VIP forever, Best Soul-Friendship everafter :)

We heart you, ay! <3 <3


Suatu kala, Dua bercakap kepada Satu,
'Hai, Satu,' katanya, 'sungguh, aku lebih baik darimu'

'Hai dua, begitukah?'
jawab Satu, heran.

'Tentu saja.' Kata Dua,
bangga melesaki dadanya
'Sebab Satu itu sendiri. Dua tidak.' jelasnya
lantang

Satu mendengar
senyum dikulum, ia mengujar,
'Duhai, Dua. Pikirku tak sesederhana itu.'
tuturnya, santun
'Tak kah kau pikir, bahwa dua pun dapat menjadi satu;
tiga dapat menjadi satu;
empat, lima dapat menjadi satu;
bahkan juta dapat menjadi
satu.'

Dua bergeming

'Lagipula,'
lanjut Satu
'Aku dan kamu adalah Dua, sedang kita adalah Satu
lalu bukankah kita,
tidak pernah sesendiri aku dan kamu?'


13/7/2014
-efek kopi tengah malam
O, betapa
rindu
Bukanlah pekerjaan yang
main-main

Maka lekaskan
temu
Jangan kita pikir yang
lain-lain

--

O, betapa
kita
Bukanlah satu kata yang
sulit

Jika saja
cinta
Tak lagi jadi rasa yang
rumit


712/7/2014
dua sajak pendek perkara merindukanmu.

betapa

by on 10:58:00 AM
O, betapa rindu Bukanlah pekerjaan yang main-main Maka lekaskan temu Jangan kita pikir yang lain-lain -- O, betapa kita Bukanl...
Maybe it is not the very first time people made a post about things that make them happy, but I'm in this mood to write sorta things (most of them are simple things) that always helps making me happy, for a moment or even all day.

1. Seeing my parents after an extremely busy day, kissing my Mom in forehead, and punching my Dad's arm as if we're bros.
It makes me happy because there had been time when my Mom got serious illness that she had to rest in the hospital. I remember went back to empty home, no one to kiss and no one to punch and laugh and debate. Believe me, one of best thing in life is going back home in the evening after an irrationally hectic schedule and see your parents feeling happy and fine.

2. Listening to my old favorite song, singing it loud or even recording it just to remind me that I'm a sucker at singing.
Oh yeah, it is a good thing to do. No matter how wrecked your voice is, or how you sometimes screw the lyrics and rhythms, it's just feels relieving to sing as if no one is listening. Singing in the shower works too (and by the way, you'll sound differently so you could record this one too).

3. Sniffing at new books.
I love the smells! The fresh papers probably have the same chemicals in petrichors, it creates an instant happiness. It adds extra happiness when you finish reading it and turns out it is a reaaallyy good book.

4. Have a good morning coffee.
You might call me mainstream but I am a caffeine addict. Even though I learned that coffee has bunch of unpleasant side effects, I still depend myself a bit too much to coffee. Every sip means heaven. I love how a cup of coffee keeps me alive and sane, makes my brain focus yet burst of thoughts at the same time. Coffee means happy. No doubt.

5. Hanging out with my best-soul-friends ever, Firda and Vini.
We are together since yeaarsss ago, and they know me like the back of their hands. We have gone through almost all kind of stages, and every moment with them still feels like magic. Sometimes we do things like play cards and monopoly, write journals, plan things, cook like a masterchefs, watch random movies and get bored, play sims, etc but most of times we just sit side by side and have a never-ending conversation. Even talk to them via bbm boost my happiness.

6. Having a night city tour.
By riding a motorcycle or driving a car, with or without companion, this activity is my favorite. Pontianak is a small city that sparks at night, I enjoy looking up at the streets and buildings (I like the old ones at Tanjungpura streets), watching people do their business, and feeling the atmosphere. I can say that Pontianak at mornings till afternoons' weather is not quite enjoyable because it's either hot or rain a lot. But in the evenings, the air just feels different.

7. Chatting with my cousin, Fitri, via everything possible.
She's my person. I talk to her about anything that crosses my thoughts; the biggest or smallest, the most important or silliest thing that occurs in my mind. And because we are always separated (sad, I know), she lives there I live here, technology is one of thing we rely the most to keep the communication going. Even though she proclaimed herself as a dark and twisty, she is my mood booster, a weight lifter that always cheers up my day. Sometimes we could be Mer and Christina that is scary and damaged, freaky and awkward-cursing at people or life in general, but other times we could be Max and Caroline that is balanced each other by being pessimist and optimist. I flew her a plane, she brought me parachutes--just in case. Sort of that.

8. Drowning to my bed doing nothing or just thinking all day.
I call this as an acceptable lazy thing. Beside, thinking and daydreaming makes me happy, but note that I don't do it often.

9. Writing.
I am not an official writer because I write on-off-ly. But when I write, I find joys (Oh and I really love it when people read and appreciate my writings, made me smiles ear to ear).

10. "How was your day?" from someone I love after a tiring day, someone who really cares and always wants to make sure that I am okay.
Always, always works :)
terpendam aku dalam rengkuh lengan
mu, dan kait bait genggammu dalam buku jemari

terhantam aku dalam kulit angan
ku, dan sadar benar insafku bahwa aku pemimpi

dua empat

by on 10:38:00 AM
terpendam aku dalam rengkuh lengan mu, dan kait bait genggammu dalam buku jemari terhantam aku dalam kulit angan ku, dan sadar benar ins...