kebanyakan dari kita akan senang bersajak ketika sedang berada dalam dua kondisi: jatuh cinta dan patah hati.
dua situasi yang sesungguhnya kontradiksi.

dan kini kau paksa aku untuk puitis dengan cara yang kedua, cara yang sesungguhnya sangat tidak aku suka.

ah, jika kau tidak tau, kali ini akan kunyatakan jelas kepadamu;
"aku akan jauh lebih bahagia jika kau membuatku bersajak karena kondisi yang pertama, bukan sebaliknya."

maka apabila kau mengerti, buatlah aku jatuh cinta lagi. agar kali ini aku berpuisi dengan binar bahagia di hati, dengan kata - kata sarat romantisi.

namun apabila ternyata yang kau ingini dariku adalah air mata, maka ya, teruskan saja caramu seperti biasa, dan silahkan nikmati sajakku yang penuh ratap iba.

dengan kata lain;
jika kau ternyata memang ingin menyakitiku, caramu sudah benar. kuberitahu saja, aku terluka.

Sajak

by on 10:10:00 PM
kebanyakan dari kita akan senang bersajak ketika sedang berada dalam dua kondisi: jatuh cinta dan patah hati . dua situasi yang sesungguhn...
helloooooo everyoneeeeee...!

finally, aku bisa menyapa anda2 semua secara resmi, tidak melalui "surat2 cinta". yep, this blog was started with kumpulan surat2 karna waktu itu aku ikutan program menulis bersama "30 hari menulis surat cinta" yang diselenggarakan oleh @poscinta. dan ternyata program tersebut berakhir bertepatan dengan masuknya aku ke jadwal perkuliahan yang mulai sibuk, bikin aku nggak sempet2 buat mosting apapun di blog ini. *ambil kemoceng* *bersihin blog dari debu dan sarang laba - laba*


well, hows life everyone? miss me already? eaaa, ngarep.

this is not my very first blog, no, it really isnt. aku punya sangat banyak blog sebelum ini, beberapa diantaranya memang tidak aku publish untuk semua orang, karena isinya terlalu pribadi. dan lama kelamaan blog tersebut aku musnahkan satu2 seiring dengan berjalannya waktu. dan aku sempat vakum menulis untuk dirilis di dunia maya. kenapa? well, karena ada satu dan hal lain yang personal (ciyee misterius). sampai akhirnya suatu saat, sahabat dekat aku menyarankan untuk menulis lagi. dan kali ini, dipublish untuk umum.
so here i am, with my very new, but not the first, blog.


a cousin of mine once said kalo blog aku isinya nyaris selalu tentang cinta - cintaan. pas dipikir2, bener juga sih. i used to write about my love life on my blog. i dont know why, but love makes me have this energy to keep writing about things that happen to me. but im going on 19 this year, lambat laun aku mulai merasa, well it feels stupid if i keep on writing about those silly thing. when you reach this age, believe me, everythings getting more serious, dan rasanya percintaan aku yang lalu2 itu cuma segelintir kekonyolan dan menye menye anak muda (walaupun uhuk, aku belum tua loh ya -.-).

so, aku pun berjanji sama diri sendiri untuk tidak menulis lagi tentang cinta.
tidak akan..
tidak akan..
tidak akan..


oke, ternyata janji itu hanyalah janji palsu.


daaaaaaaaaaarrnnn, i cant stop write about love, eventho i dont want to, eventho im not in any relationship or getting into any of those kind of feelings, i just cant stop write about love. love is my bussines, without love im empty -oke ini lebay- thats why im gonna write about this stuff whenever i want, and no one can stop me to do that. *tarik nafas*


okee, cukup berbasa - basinya (loh, yang sepanjang2 tadi itu cuma basa basi? yaa gitudeh...). here i am, want to talk about love. especially, first love.


the idea to write about this was coming when aku nonton sebuah film thailand, entitled "first love: a little thing called love". bagi yang udah nonton, mungkin udah tau betapa so sweet dan mengharukannya film tersebut. bagi yang belom nonton, maka kunjungilah toko kaset terdekat (tidak disarankan membeli yang bajakan) dan tontonlah sesegera mungkin. meskipun rada2 lebay, ini film bagus banget. menggugah hati dan bikin iri2 gimanaa gitu deh.

sedikit mengupas film tersebut, jadii ceritanya ada cewek yang item, jelek, culun, bego, dan idup, suka sama cowo, abang kelasnya gitu. itu cowok udahlah cakep, tinggi, kocak, pinter maen bola, jago fotografi, baik hati dan tidak sombong pula. ini cewek udah ngebet bener deh ya ama si cowok, jadi segala cara dia coba buat dapetin perhatiannya si lelaki. sampe2 dia ngikutin buku petunjuk cara ngedapetin cowok (karna hasil bujukan teman2nya). demi itu cowok, dia berusaha buat jadi lebih cantik, lebih pinter, lebih segala - galanya deh, but she does it in konyol way. contohnya, waktu "mempercantik diri" bareng temen2nya, mukanya dia malah jadi kuning2, dan justru dikira sakit ama itu cowok. lalu apakah dia berhasil jadi cantik dan pintar dan mendapatkan lelaki idamannya? jawabannya adalaah.. silahkan nonton sendiri deh ya...

abis nonton film itu aku langsung bengong sendiri. terharu. i mean, i almost forgot what does it feel like "chasing around the guy we like" dan cinta sama orang sampe segitunya. sekarang aku emang lebih skeptis terhadap cinta, meskipun ya, aku percaya ada perasaan itu, somewhere, but i dont feel it right now. mungkin ini efek traumatis karena aku pernah *ehem* gagal dalam percintaan, atau mungkin udah terlalu hopeless nyari cowok baik yang ideal dan seiman *OHOK*. but somehow, watching that movie membuat gue kangen perasaan - perasaan itu...

membuat aku rindu semu - semu merah di pipi yang terasa panas tiap kali tak sengaja berdekatan dengan dia, si cinta pertama. rindu perasaan ingin tampil sempurna, terlihat istimewa di depan dia. rindu menyudahi malam dengan memimpikannya dan menangisinya. rindu terisak dalam lelahnya penantian. rindu debar debar bahagia setiap akhirnya dapat berbincang dengannya. rindu mengingat setiap hal kecil tentangnya dan menuliskannya dalam jurnal pribadi. rindu perasaan ingin tahu, ingin lebih dekat, ingin lebih akrab. rindu berdiri tiap pagi di koridor depan kelas, menunggu si dia lewat. rindu diam - diam pergi ke kelasnya setiap sekolah usai, dan melihat isi lacinya. rindu perasaan cemburu dan kesal, tiap ada perempuan lain yang juga menyukainya. rindu menangis kegirangan hanya karna diantar pulang berdua naik motor. rindu mencari - cari alasan supaya bisa telfon dia, sms, atau ke rumahnya. rindu detak detak jantung yang bahagia karena ada sms masuk darinya. rindu datang ke sekolah hanya karna melihat dia latihan volley, atau main futsal, atau olahraga lainnya. rindu memikirkannya setiap menit, detik, bertanya2 'dia sedang apa?' setiap hari, setiap waktu. rindu perasaan hancur ketika suatu saat dia menjadi milik orang lain dan aku pun pada akhirnya harus menghapuskan perasaanku padanya secara paksa, setelah kurang lebih tiga tahun memendam untuknya..

yah, itulah perasaan - perasaan yang aku rasakan pada cinta pertama... :')

and to be honest, i kinda miss those feelings, which i never ever feel again since.. well, since i decided not to feel them anymore because cerita "lelaki di surat cinta hari ke-tiga puluh" berakhir mengecewakan (eaa curcol).

but i believe, there will come the time when there is someone who would make me feel this way again.

suatu saat, aku akan jatuh cinta lagi, seperti cinta pertama. iya, pada suamiku, nanti. yang meskipun bukan pertama, dialah cinta yang terakhir :)


the confession

first love

by on 1:16:00 PM
helloooooo everyoneeeeee...! finally, aku bisa menyapa anda2 semua secara resmi, tidak melalui "surat2 cinta". yep, this blog wa...
teruntuk yang spesial bagiku, kamu.


perlu pertimbangan dan keberanian tersendiri untuk akhirnya menuliskan surat ini, padamu. ini hari ke tiga puluh, dan aku harus ekstra bijak menentukan untuk siapakah surat terakhirku kutujukan.

banyak nama yang bermunculan dalam pikiranku. ayahku..., sahabat - sahabatku (mereka belum kebagian surat dariku)..., teman teman SMAku..., ah, banyak! lalu nama - nama tersebut lantas berhenti, di namamu.

well, benar itu kamu.

delapan belas tahun dalam hidupku, aku pernah mengalami dua tahun yang teramat pelik, dimana kesedihan tak henti - hentinya mencekik, dan nyanyian cinta tak lagi terdengar menarik.
di masa itu, aku menjalani hidupku seperti botol kosong yang mengapung - apung di lautan. sepi, sendiri, dan tak tahu jalan. aku tak bermaksud melebihkan, tapi kau boleh tanya, begitulah perasaan orang - orang yang pernah rusak cintanya, dan terluka habis hatinya.
maka dari itu, tak berlebihan jika aku memutuskan untuk memagari diriku sendiri rapat - rapat, agar tak ada lagi siapapun yang mendekat.

lalu itu kamu, yang tetiba masuk ke kehidupanku.
kau tunjukkan aku binar - binar bahagia, melalui sebuah pesan singkat yang teramat biasa. kau tunjukkan aku rupa - rupa mimpi, melalui pembicaraan kecil setiap hari. kau tunjukkan aku geliat - geliat harapan, melalui satu dua keping perhatian. singkatnya, kau tunjukkan aku kehidupan, hanya melalui sebuah senyuman..

dari situ kau ajari kembali aku kilau kemilau cinta dari sisi yang lebih sederhana. memberi aku sebuah keyakinan, bahwa tak mustahil kembali memulai apa yang sebelumnya berderai dibungkas badai.

kau membuat aku mengingat kembali bagaimana rasanya tertawa karena hal - hal yang sepintas tak bermakna, bagaimana rasanya menyebutkan sebuah nama dalam setiap doa, atau menjejali diri sendiri dengan beribu harap dan asa.

karena hanya bersamamu, aku merasakan kembali bahagia yang meletup - letup, ah ya, hanya kaulah yang sanggup.
dan betapa hatiku berderak - derak, memainkan lagu - lagu cinta hanya karena kita berjalan bersisian..


ahh.... seharusnya ini surat cinta, bukanlah puisi atau prosa..

tapi begitu harus menulis untukmu -bukan tentangmu- otakku lalu beku. aku tak tau harus menulis apa, dan bagaimana. semua kata - kata bermain di kepala, tapi hanya seperti roman - roman penuh kiasan belaka.

setelah carut marut pembukaan yang mungkin terkesan rumit, aku hanya bisa menulis sedikit saja untukmu -bukan tentangmu- yang kuharap dapat kau mengerti isinya..

hai, dear?
pernah mendengar kabar bahwa aku mencintaimu?
sepertinya itu benar.



ya.., itu saja.



well, inilah dia, yang seharusnya surat cinta.
dariku,
untukmu, yang aku harapkan akan hadir, di garis akhir.
karena kau tahu? aku berniat mencintaimu tanpa tapi, dan tanpa tepi.

maka sampai jumpa, nanti! :)
dear kamu,

sudah sarapan pagi ini? sarapan apa?
apakah nasi putih dengan telur dadar lezat? ataukah hanya setangkup roti tawar dan teh hangat?
semoga saja dua menu itu adalah menu favoritmu, karena nanti, aku akan sering membuatkannya untukmu.
oh ya, mungkin nanti tidak lagi teh, tapi kopi. apakah yang manis, ataukah pahit? beritahu, aku ingin rasanya sempurna di lidahmu.

pakai kemeja apa hari ini untuk kuliah? jangan yang itu - itu lagi, aku bosan.
ah, bingung ya? yasudahlah, terserah saja kau pakai yang mana. toh memakai apapun, di mataku kau tetap tampan.
dan tenanglah, nanti, beberapa tahun lagi, kau tak perlu sibuk memikirkan harus memakai kemeja apa, warna apa. aku akan menyiapkannya, bahkan sebelum pagi tiba. sudah terserika rapi, tergantung di samping lemari.

aih, bukan itu yang ingin kusampaikan melalui surat ini. ada hal lain, banyak. tapi apa ya? aku jadi lupa.

oh ya.. sudah beberapa malam ini, kuhabiskan dengan berjalan - jalan keluar rumah, menjelajahi kota. dan hiruk pikuk malam mengingatkan aku kepadamu, dan membuat alam pikiranku sejenak melintasi masa depan kita.


ahh.., apa kau tahu malam hari kota ini begitu cantik? tampak molek dan menarik.
karna itu, aku ingin nanti, kita tak menyia - nyiakan malam hanya dengan mendekam saja di rumah, menyaksikan tayangan televisi yang itu - itu lagi, basi. bawa aku keluar, berjalan mengelilingi kota, mengunjungi setiap sudutnya, melihat rupa malam yang beraneka.

adakalanya nanti, ketika kita menyusuri jalan, otak kita akan otomatis bernostalgia, menggali lagi apa - apa yang sempat terlupakan. entah mungkin pada tempat penuh kenangan, atau hal - hal yang dahulunya adalah impian. maka ceritakanlah kepada anak kita nanti tentang aroma masa muda kita. tentang bagaimana  cara kita menikmati masa - masa yang kita habiskan berdua saja, dulu, sebelum hidup kita disemaraki dia. atau ceritakanlah bagaimana awal perjumpaan kita dan bagaimana semesta menghendaki kita untuk saling berjatuh cinta.

lalu ketika kau mulai lelah, berhentilah. singgahi rumah makan favorit kita untuk sejenak bersantap. atau jika tak ingin makan berat, kunjungi saja tempat minum es shanghai di seberang swalayan itu, kau pasti tau karena itulah salah satu tempat favoritku. kita ajarkan kepada anak kita cara menikmati hidup melalui butir - butir es serut dengan siraman coklat dan susu. kau boleh tertawa melihatku yang kewalahan menyuapi anak kita, sampai - sampai memakan bagianku sendiri pun aku lupa. ketika mulai tak sabar, aku akan mengeluh, maka tegurlah aku dengan canda. sehingga aku tak marah tetapi malah tertawa. dan tawarkanlah dirimu untuk ambil alih menyuapkan, sehingga aku bisa gantian makan.

setelah lambung - lambung kita berisi, ajaklah kami untuk melanjutkan perjalanan lagi. kita lihatkan pada anak kita, bagaimana gemerlapnya dunia. tak lupa selipkanlah nasihat - nasihat ringan untuk bekal bagi anak kita. tapi jangan pula kita buat suasana perbincangan yang serius, aku tak begitu suka. cukup ceritakan beberapa pengalaman hidup darimu atau dariku yang bisa ditarik pelajaran berharga.

begitu malam memasuki waktunya yang kelam, maka ada baiknya kita pulang dan beristirahat. sebelum kembali ke peraduan, aku akan menyiapkan segelas susu hangat untuk si kecil kita, dan setelah itu ajaklah dia menggosok gigi dan mencuci kaki tangannya dahulu, agar ia terbiasa. sementara aku menyiapkan piyama, dan membenahi lagi tempat tidurnya. lalu antar ia, dan bacakanlah ia cerita agar imajinasinya melanglang buana. sebelum tidur, ingatkan ia untuk membaca doa sehingga ia dilindungi dalam tidurnya.

jika tak lembur, kita pun akan tidur. mengistirahatkan raga, dan mempersiapkan diri menghadapi apa - apa yang besok pagi menyambut kita. biarkan aku tertidur dalam senyum, karena itu adalah bentuk terima kasihku.
sebuah tanda bahagia bahwa aku memiliki suami sehebat dirimu.


ya, ini adalah sebuah surat cinta dariku.
penuh mimpi, untuk kamu wahai calon suamiku.
bisa jadi itu kamu.

hey, ini surat cinta!

by on 5:35:00 PM
dear kamu, sudah sarapan pagi ini? sarapan apa? apakah nasi putih dengan telur dadar lezat? ataukah hanya setangkup roti tawar dan teh ha...
to my dearest cousin of all, @fitriimoseley



hey  youuuu!! hola amigos, piye kabare, ni hao ma? xDD
akhirnyaa... gue nulis juga buat elo, pasti selama ini udah bertanya - tanya, "kapan yaa surat cinta barat ditujukan buat gue?"

sooo.. this is it, my (love) letter from me, just for you, my dearest yang nun jauh di mata namun dekat di timeline~


sebelumnya sorry ya, gue nggak bisa bermanis - manis di surat gue ke elo kayak surat - surat gue lainnya, i dont know why, i just cant :p

ngomong - ngomong, nulis surat buat elo kayak gini, jadi keinget dulu waktu jaman kita masih SD kita sering surat - suratan kan ya, trus dititipin sama babeh tiap babeh ke jakarta. which means jarang bangeeet...
and you know what, hal yang pertama gue tanyain setiap babeh pulang lagi adalah 'mana surat balasan dari fitri?"
sayangnya semua surat itu nggak diarsipin dan hilang begitu aja, padahal kalo dikumpulin dan dibaca sekarang mungkin kita bisa ketawa ketiwi ngeliat betapa noraknya kita dulu kali ya?

syukurlah teknologi berkembang. terima kasih pada penemu friendster, facebook dan (terutama) twitter dan msn messenger, kita bisa get closer and closer to each other, dan tentunya nggak perlu nunggu babeh ke jakarta lagi buat sekedar bertukar kabar.

hey, hows life there, huh? mestinya ga perlu ditanyain sih, bukannya DM talks everything ya, hahaha, tapi nggak sah rasanya kalo nggak nanya yang gituan di surat :p

jadi bingung nih mau nulis apaan. pengennya sih cerita tentang gebetan ntar dibaca sama kakak tukang pos cantik, kan malu :p
eh fit, gue pernah cerita nggak kalo kak eka otto (kakak tukang pos gue) tuh penulis? bukunya bagus katanya, pengen baca T,T trus orangnya juga ramah loh, jadi seneng :D

eh kok kita jadi ngomongin itu ya? ntar dikira gue caper pula. maklum, grogi nih abisnya. hahaha. yaudah, lanjuut..


fit, gue kan orangnya suka nostalgia kan ya. jadi waktu itu gue muter lagu simple plan, trus gue keinget elo. keinget kita.
keinget gimana dulu waktu masih cilik kita suka main perang bantal sama rebutan selimut, trus bikin 'drama' perpisahan, itu idenya elo bukan sih? yang cerita putri tidur? syukur gue jadi putrinya, bukan jadi nenek sihir kayak amy atau anjing peliharaan kayak si raras. nggak ngerti juga deh kenapa dulu kita bikin peran si anjing itu, kasian raras yang lugu tak berdosa kita suruh - suruh ngerangkak sambil gonggong gonggong geje. trus inget waktu kita liburan ke singkawang, main ke pantai, dulu tuh rasanya seneng banget, tanpa beban.
atau waktu gue ke jakarta, kita ke bandung ama lembang, ke museum apaan tuh? galileo galilei? atau apa ya? lupa juga gue. trus kita nyanyi2 sherina sambil jejingkrakan di kamar elo yang baru di cat warna biru.
dan sampe waktu elo mulai masuk puber, kan elo duluan tuh, kita sempet jd jauh ya, hidup di dunia masing - masing, walaupun kalo ketemu kita jadi deket lagi, trus ketawa ketiwi lagi kayak nggak ada apa - apa.
inget nggak awal - awal dulu kita doyan nonton film bareng pake dvd uti? sengaja nonton hantu, shutter versi jepang, elo sih enak abis nonton bisa ngorok pulas, guenya tersiksa nggak bisa tidur ketakutan. untung ada amy, teman insomnia setia :D *toss sama amy*
sampe tiba - tiba kita udah gede gini, dan masih tetep banyak kenangan kita yang lengket di kepala. yang terakhir sih jelas, adegan muter - muter bandara selama beberapa jam cuma karna gue nyari elo di dalam bandara, sementara elo nyari gue di luar bandara. konyol banget sih ya hahaha.
trus segala macem kenangan di jakarta, bandung, transtudio, kenangan nyalon ampe gloomy, sampe kenangan sujud syukur di depan lift, itu gue lewatin bareng elo kan? dan tentu aja jadi hal yang memorable buat gue :')


eh udah panjang aja itu curcolan, nggak kerasa deh.
intinya.... apa ya? ah, elo pasti udah ngerti deh ya? bahwa dari kesemua isi surat ini, gue cuma mau ngasi tau, kalo gue sayang dan kangen elo, wahai sepupu :)


dan elo tau nggak, kebahagiaan terbesar buat gue bahwa sekarang kita deket kayak gini, semoga elo nggak lelah jadi tempat sampah gue, dan you know that its always be my pleasure to listen to your stories.
dan satu pertanyaan gue, apakah kita bisa selalu seperti ini, tidak hanya sekarang, tapi untuk setahun, dua tahun,  bertahun - tahun ke depan dan seterusnya hingga kita sama - sama menua? :)
semoga jawabannya adalah "ya", karena satu kata itulah yang gue mau. :)

kayaknya sekian aja surat (cinta) dari gue, sorry yaa kalo nggak sweet, abisnya kalo manis ntar bikin diabetes :p lagian ngapain manis - manis, kan kita udah manis?


btw, tadi gue abis nonton patch adams, trus di film itu, katanya "excessive happiness" itu salah satu hal yang bisa meningkatkan kualitas hidup kita.
karena itu, makasih banget ya.
you have improved my life quality. cause with you by my side, i could be excessively happy. thats why you have to be here, with me. :)


see ya (real) soon! :*


nb: someday i will be there, the city where youre living now. so wait for me. i'll be there. note that. :)

hi there, my dear!

by on 5:42:00 PM
to my dearest cousin of all, @fitriimoseley hey  youuuu!! hola amigos, piye kabare, ni hao ma? xDD akhirnyaa... gue nulis juga buat elo...
teruntuk gadis manis yang saat ini sedang terbaring lemah di rumah sakit,



hei dear,
bagaimana kondisimu sekarang? sudah membaik, kan? terakhir yang kutahu rahang bawahmu menggeser ke kanan, mengakibatkan kau tak bisa makan, sampai - sampai kau mau tak mau harus minum 'jus bubur' melalui sedotan. aku sungguh sedih mendengarnya.

telinga kananmu masih berdarah? tadi malam sudah dikunjungi dokter, kan? aku harap tidak terjadi apa - apa pada gendang telingamu, tentu mengerikan kalau kau kehilangan indra yang satu itu.
ah, aku jadi banyak tanya. aku hanya cemas, dan takut. tapi tenang saja, jika melihat perkembangan kondisimu, sepertinya kau sudah bisa keluar dari rumah sakit esok siang. berdoa saja ya, sayang.


hmmm.... sebenarnya ada apa sih denganmu? ceritakan padaku saja, toh aku bukanlah orang asing hingga kau mesti berahasia. aku sesungguhnya tahu, disaat semua orang telah hening dalam pejam, kau malah akan terjaga di sepertiga badan malam, dan menangis diam - diam. kau pasti kesal karena tak dapat menghapus air mata, sebab tanganmu sebal dan mati rasa, lalu kau akhirnya membiarkan titik demi titik mengguliri pipimu hingga kau kembali tertidur dalam kelu. aku benar kan?

aku mengenalmu seperti aku mengenal diriku sendiri, sayang. aku tahu hatimu lelah dan pilu. sampai - sampai kau tak bisa menahan tangis saat 'dia' kemarin datang menjengukmu. ah ya, tentu saja aku sudah mendengar tentang hal itu. jangan tanyakan aku mendapat informasi ini dari siapa, anggaplah saja aku terlalu peduli terhadapmu, sehingga aku mencari tahu. kau pasti senang dia menjengukmu, ya? meskipun dia tak bicara, dan justru terlihat gelisah ingin pulang menemui kekasihnya. ah..., maaf. aku tak bermaksud mengungkit tentang perempuan itu, tapi aku hanya ingin mengingatkan sebait kenyataan bahwa dia bukan lagi sesiapamu, jadi tak ada gunanya kau berharap dan menunggu.

lihat saja, bahkan ketika kau dalam keadaan seperti ini, dia masih saja tampak tak peduli.
apa kau lupa kenapa kau bisa diopname begini? meskipun ya, bisa dibilang ini murni kecelakaan, tapi seharusnya dapat dicegah jika kau tak buru - buru pulang dalam suasana hati bimbang. dan aku tak menyalahkan jika kau cengeng, tapi seharusnya kau tak menangis di jalan, jadi kau bisa melihat dengan jelas motor di depanmu dan mengelak, bukan malah membiarkan ia menghantammu.

wah, aku mengomelimu lagi padahal kau sedang sakit. maaf ya, habisnya aku kecewa, untung saja kau selamat dan tak mengapa. kalau saja terjadi sesuatu yang lebih parah, tentu aku akan sangat marah.


tapi ah..., lupakan sajalah. aku disini ingin menulis untukmu agar kau terbebas dari duka, bukannya malah menambah luka.

hey, sudahlah, jangan menangis lagi.

mungkin sekarang kau teramat bersedih dan menyesal telah mengendarai motor dalam keadaan kusut masai, dengan air mata yang terurai. akibatnya kau tak lihat jelas motor di depanmu itu, kau biarkan ia menghantammu. hingga tiba - tiba kau disini dan masih menangisinya. tapi tenanglah, suatu saat kau tak akan menyesali hari ini, tak akan kau sesali jerit tangismu yang selalu kau sembunyikan di hadapan kami. kau justru akan tertawa untuk kebodohan dan kekonyolan masa muda yang kau lakukan atas nama cinta.

aku juga maklum jika kau masih menangisi lelaki itu. cengeng memang, tapi bukankah begitulah sifatmu? tak mengapa, tangisilah sampai kau puas, sampai matamu pedas. kau boleh berencana menangisinya lagi hari ini, saat rembulan mulai tiba, ataupun esok hari, di malam - malam selanjutnya. aku tak melarangmu, sungguh.
karna aku tahu bagaimana kau. suatu saat, air mata itu akan kehilangan alasan untuk jatuh, dan dadamu tak lagi disesaki gemuruh. suatu saat pedih itu akan sirna, dan kau ganti dengan binar mata yang bahagia. aku tahu kau akan melupakannya, tidak segera, tapi kurasa juga tak akan lama :)


jangan pula khawatir akan rahangmu. aku memang tak terlalu mengerti, tapi aku yakin rahangmu akan kembali normal lagi. retaknya juga akan sembuh, dan kembali utuh. dan tahu tidak, menurutku, itu salah satu anugrah yang Tuhan berikan padamu, agar kau masih dapat tersenyum sebagaimana dahulu.

oh ya, bukankah kau akan masuk kuliah tahun ini?
kuberi tahu saja ya, saat kuliah, barulah kau tahu bahwa dunia itu cerah. aku sudah merasakannya lebih dulu, dan ya aku sangat menikmati hari - hariku. dan sedikit bocoran dariku, saat kuliah akan banyak lelaki yang kau temui, dan mana tahu kau bisa temukan seseorang untuk mengganti posisinya di hati.
karena itu, pesanku, saat kuliah nanti, kau mulailah hidup baru, dan tepiskan saja kenangan lalu yang mengganggu.

dan masih banyak yang akan kau alami, bukankah tahun baru saja berganti? aku bahkan masih ingat bagaimana riuhnya suasana pesta kembang api tempo hari. jadi berbahagialah, meskipun tahun ini dibuka dengan kejadian buruk, tapi bukan berarti ke depannya hari - harimu juga akan buruk. jalani saja, aku tetap disisimu cinta, dalam suka dalam duka.


wah, ternyata sudah sangat panjang ya suratku, kurasa harus kucukupkan disini dulu. sampai jumpa, maaf aku tak bisa datang menjenguk, hanya sepucuk surat ini sebagai perwakilan diriku.


omong - omong, terima kasih ya.
berkat kamu, aku diperingatkan untuk tak berkendara di saat suasana hati sedang lara.



salam hangat penuh cinta,
tertanggal 22 januari 2011,

untukmu,
dari aku, yaitu KAMU di 22 januari tahun berikutnya.

hai, gadis kecilku!

by on 9:56:00 PM
teruntuk gadis manis yang saat ini sedang terbaring lemah di rumah sakit, hei dear, bagaimana kondisimu sekarang? sudah membaik, kan? t...
hai kamu,


senja ini kupersembahkan khusus untukmu,
ya, kamu. yang -jika kau tak tahu- sangat spesial bagiku.


alasanku menyapamu kali ini, semata untuk memperjelas keadaan,

karena bukankah itu kamu, yang dalam tiap keheningan 'kan tiba - tiba datang dan memberi penghiburan? yang ceritanya melenakan, membuat aku menangis - tertawa akan apa yang sempat aku lupakan. mengukirkan senyum dan air mata yang enggan kuhindarkan.

dan bukankah itu kamu, yang sesaat sebelum tidur hadirnya selalu menghambur? mengirimkan sebersit ucapan selamat malam, dan menemaniku hingga terpejam. kadang kau buat aku terjaga hingga larut, karena canda - canda kita yang saling memagut. membuat aku terbiasa menjadi seorang insomnia, karena waktu - waktu yang kita habiskan bersama.

iya... bukankah itu kamu, yang dikala ku sepi kau selalu siap ada di sisi? hingga aku tak merasa sendiri, dan sejenak merasa diawasi.

itu kamu, kan? yang diam - diam membuntutiku, mengawasi tiap tingkah laku, dan mendadak muncul di hadapanku?
kau tahu aku suka kejutan, dan itulah yang kau coba suguhkan.

bukannya aku geer,

tapi aku tahu, bahwa kau masih tak bisa lepas dariku.
kau mengejarku, pelan - pelan, dan mencoba menelusupiku tanpa segan. kau tak pernah biarkan aku benar - benar sendirian, entahlah, mungkin kau ingin kita berjalan beriringan..


hanya saja... kau tahu apa?


aku tak bisa membiarkanmu terus - terusan mengekoriku seperti ini, aku tak nyaman.
kau tak boleh terus - terusan mendampingiku, tidak, karena... bukankah kau punya hidupmu sendiri yang tidak dibayangi oleh aku?


jadi, melalui surat ini, ingin kupertegas kita.


kumohon, tinggalkan aku.
maaf, aku tak ingin kau menyejajari langkahku.
bukannya aku kejam, tidak.
tapi kamu adalah apa yang silam, yang temaram, yang seharusnya cukup menjadi apa yang kupendam.

kita tidak bisa bersama, untuk saat ini dan seterusnya.
tapi aku janji, aku akan mengunjungimu sesekali, memastikan kau masih tetap tegar berdiri, dan tenanglah, kau akan selalu menjadi yang utuh dan tak lekang di hati..


selamat tinggal, kamu yang kusayang.


terima kasih.
karenamu aku merasa kaya, meski dengan apa yang tak lagi kupunya.


dari aku,
hanya untukmu, wahai kenangan.