10 hal random yang akhir-akhir ini sering banget melintas di kepala saya...

1. Social hierarchy itu sampah. Saya masih nggak ngertilah sama orang-orang yang selalu menempatkan manusia dalam kasta-kasta tertentu hanya berdasarkan materi atau kedudukan. Tanpa sadar budaya jaman kerajaan dahulu kala itu masih sering diaplikasikan sampai saat ini. Banyak orang-orang (mungkin termasuk saya sendiri) yang lebih mengutamakan kepentingan orang-orang yang 'berada' dibandingkan yang 'nggak ada'. Padahal semua orang itu kan sama. Sama-sama lahir dari rahim, nggak ada kan yang tiba-tiba jatoh dari langit? Semuanya ciptaan Tuhan kan ya? Kenapa kita harus memperlakukan berbeda?

2. Banyak banget yang debatin enakan single (iya, saya ga pake kata-kata 'jomblo') atau punya pacar. Menurut saya dua-duanya enak-enak aja sih. Mau single atau in relationship, sendiri atau berdua (atau rame-rame), yang paling penting dalam hidup itu bahagia. Ya jadi kalo dengan sendiri aja kamu udah bisa have fun, kenapa harus maksain diri cari pendamping.

3. Sebagus apapun kelihatannya hidup orang lain, hidupmu itu jauh lebih enak. Tuhan itu Maha Pendesign segala sesuatunya. Kita berada dalam skenario hidup yang seperti ini karena kita sudah tercipta dengan otak/mental/karakter yang sesuai dengan skenario hidup kita. So why minding your neighbors' green grass in their backyard because you're not happy of your own backyard? You can simply grow flowers in yours. Go have a life.

4. Kalo ada seseorang yang sangat-sangat nyebelin, mungkin kamu harus bersikap lebih baik lagi. Ini catatan berlaku buat saya juga.

5. Saya belom bisa nemu dimana letak lucunya seekor kucing. Udah, titik.

6. Sejak kuliah sampe sekarang (semoga seterusnya) saya sebisa mungkin nggak mau sebel atau marah-marah sama Ibu. Soalnya saya baru tau kalo pas melahirkan itu sakitnya sama kayak amputasi tapi nggak pake obat bius. Jadi paham kenapa Rasulullah SAW sampe bilang "Ibu" sebanyak 3x waktu ditanya "Di dunia ini siapa yang harus paling dihormati?" :')

7. Martabak telor masih jadi makanan paling enak menurut saya, meskipun jadi ga enak perasaan begitu liat timbangan.

8-10. Ya kamu lah, (si)apa lagi..

Ten Random Things

by on 1:36:00 PM
10 hal random yang akhir-akhir ini sering banget melintas di kepala saya... 1. Social hierarchy itu sampah. Saya masih nggak ngertilah sa...
Rindu adalah apa yang menggaung dalam hati, tersebab ketidakhadiranmu di sisi

Sedang luka adalah apa yang diagungkan duka, tercipta atas cinta yang tak kembali

Dan harap ialah yang menggumam dalam senyap, yang mengiang atas kumandang janji

Lalu kamu adalah akar dari segala sebab, titik temu antara penawar dan musabab

Aku hanya ingin kamu

Dan untuk itu, perlukah sebait sajak agar kamu tahu?

sebuah sajak

by on 9:40:00 PM
Rindu adalah apa yang menggaung dalam hati, tersebab ketidakhadiranmu di sisi Sedang luka adalah apa yang diagungkan duka, tercipta atas ...
Self potrait of Nazwa Andari Indra
 
Bulan Februari lalu, untuk pertama kalinya saya ngambil tawaran sebagai guru privat. Muridnya nggak susah sih (mestinya), soalnya calon murid saya itu masih kelas 1 SD, perempuan  lagi. Jadi saya terima lah tawarannya, berhubung pengen coba-coba cari penghasilan sendiri dari ilmu yang pas-pasan ini.

Murid saya ini namanya Nazwa, panggilannya 'zua' (dibaca 'jua'). Anaknya manis, imut-imut, lucu trus kenes banget. Saya ini di kampus maupun di rumah udah terkenal cerewet, tapi sama dia saya masih sering kalah kalo udah 'silat lidah'. Pokoknya untuk ukuran anak SD kelas 1, wuih, ini anak canggih-canggih cerdas gitu lah.

Saya masih ingat hari pertama ngajar dia, awalnya canggung. Dia juga belum 'move on' dari guru lesnya yang lama. Masih suka salah panggil, masih suka bandingin. Saya paling inget banget satu percakapan ini yang bikin saya ketawa-ketawa kalo dikenang.

Nazwa: Kak, kakak hapal semua lagu-lagu ya?
Saya: Lumayan hapal. Zua mau diajarin lagu apa?
Nazwa: Nyanyiin cicak-cicak di dinding kak.............. tapi pake bahasa Arab...
Saya: *gubrak*

Itu baru 'awal' dari sekian banyak percakapan absurd kami selama saya ngajarin dia. Ada lagi beberapa yang saya ingat, yang lumayan bikin saya *gubrak*, *hening*, atau bahkan terharu karena kepolosan dia..

Nazwa: "Kak, nyanyiin lagu 'Pohon Belimbing' dong."
Saya: "Lagu 'Pohon Belimbing' itu yang mana ya...? Kakak nggak tau.."
Nazwa: "Iih.. katanya hapal semua lagu. Itu loh, yang kayak gini, 'naik... naik.. ke puncak gunung..' itu kaak."
Saya: *bengong* (Sejak kapan lagu itu berubah namanya jadi 'Pohon Belimbing'?) ._.



Nazwa: "Kak, kakak tinggal di sini aja ya?"
Saya: "Lah, kakak kan punya rumah?"
Nazwa: "Iya.. kakak pindah aja ke sini. Rumah kakak kan bisa dijual."
Saya: "Ya nggak bisa lah..."
Nazwa: "Bisa.., kan Kakak tuh kakaknya Zua, jadi harusnya tinggal di sini sama-sama Zua."
Saya: *awwwww* :')



Nazwa: "Kak, kemaren ada soal dikasi Bu Guru. Zua bisa ngerjainnya. Soalnya Zua nyontek teman Zua.:
Saya: "Eeeh kok gitu..? Ga boleh nyontek dong, kan Zua bisa kerjain sendiri."
Nazwa: "Iya sih, tapi zua kan malas ngerjainnya."
Saya: "Ya ampun.. pokoknya lain kali ga boleh nyontek ya. Kakak ga punya tuh adek yang suka nyontek kayak gitu."
Nazwa: "Huh, zua juga ga punya kakak yang cerewet kayak gitu."
Saya: .___.

 .... dan masih banyak lagi selama lebih kurang 6 bulan saya menjadi guru les 'kakak' nya dia :')

Namun, tepat hari ini saya mesti 'berdadah-dadahan' sama dia, karena saya memutuskan untuk berhenti mengajar. Bukannya karena saya capek jadi gurunya dia, nggak sama sekali, tapi karena mulai semester 5 nanti kegiatan perkuliahan dijamin akan super padat ditambah dengan deadline sidang skripsi serta tetek bengek keorganisasian yang saya amanahi. Jadi ya... saya mesti melepas kesibukan yang satu ini :')

Jujur saya sediih sekali, mengingat dia dan adiknya (oh iya, saya lupa cerita kalau dia punya adik perempuan yang sama lucu dan kenes nya sama kayak dia) udah saya anggap kayak adek perempuan sendiri (maklum, di rumah jadi cewek satu-satunya). Tapi toh, pilihan sudah diambil. Yang terjadi sudah terjadi. Akhirnya tadi sore saya 'pisahan' sama dia. Trus dipeluk eraaat banget :')

Eh, malamnya, saya dapet sms dong kayak gini... :')

 



Makin terharuuu :')
Trus ga beberapa lama dia nelpon, nanyain saya lagi apa? Dia kangen sama saya, katanya :') Sekitar 2 menitan kami ngobrol-ngobrol trus percakapan ditutup karena dia udah mau tidur. Trus dia bilang besok sebelum pergi sekolah dia mau nelpon lagi, liat aja besok bener apa nggak.. hehehe..

Goodbye is always hard, .. apalagi sama anak selucu ini.. :') Ahh... semoga berikutnya silaturahim kami bisa tetap terjalin, walaupun saya mungkin tidak bisa bertemu dia sesering biasanya :") I love her (and her sister) like they are my own siblings. They are my sweet lil girls :')

See ya!


Foto di figura ruang tamu. Sengaja difoto sama Nazwa sendiri, dia bilang "Ini foto buat kakak liat-liat kalo lagi kangen zua." :'>

Satu-satunya foto berdua sama dia. iya, saya kucel.

Foto adeknya, yang difoto sendiri sama dia. Adeknya langsung heboh berpose :'>


Harus jadi anak pinter ya, adek-adekku...! :')

goodbye, kid..! :')

by on 12:24:00 AM
Self potrait of Nazwa Andari Indra   Bulan Februari lalu, untuk pertama kalinya saya ngambil tawaran sebagai guru privat. Muridnya ngg...
Oke, seharusnya postingan ini dibuat tadi-tadi, pas pagi atau siang hari di tangga1 Agustus, bukannya sekarang ketika tanggal justru sudah hampir berganti. Tapi berhubung seharian ini sibuk sekali (tsailah) baru sempat deh nulis sekarang.

Jadi to the point aja. Bulan kemaren, saya punya rencana untuk 'menghidupkan' kembali blog yang kayak hidup segan mati tak mau ini dengan tulisan-tulisan rutin yang rencananya akan diposting sepanjang Agustus. Kenapa Agustus? Karena di bulan ini saya ulang tahun. Karena pada bulan ini saya sudah libur :'D :'D Jadi 'sibuk kuliah' tidak bisa lagi jadi alasan saya untuk mandek menulis. Walaupun sebenarnya masih ada deadline judul dan latar belakang skripsi sih. Nah, semoga niatan ini dapat dilaksanakan sampai akhir Agustus nanti, dan harapannya setelah itu bisa rutin menulis. Mari, diaamiinkan :D

Oh iya, ini bukan proyek yang serius, jadi yaa cuma iseng-isengnya saya aja. Trus bagi yang mau ikutan, yuk silahkan. Lumayan lah, ngeramein blog masing-masing biar gak sepi kayak handphone sama hati :">

Gitu aja sih, ini cuma postingan pembukaan, mestinya sih habis ini ada postingan lagi. Mudah-mudahan masih sempat. Sekian saja, terimakasih atas atensinya :)

Sampai jumpa!


Agustus Menulis

by on 11:31:00 PM
Oke, seharusnya postingan ini dibuat tadi-tadi, pas pagi atau siang hari di tangga1 Agustus, bukannya sekarang ketika tanggal justru sudah h...
A dusty old book in the corner of your bookshelf
Waiting for you to get lost in the words
Once again

The dust are thickening
As the pages looks yellowing
And the inks have been slowly fading

But the tales inside comes within
The alphabets diffused beneath your skin
Phrase, verbs, adjectives
The truth and lies
Flowing through your veins

A good one book you read
You once loved and admired

I am a dusty old book
In the corner of your bookshelf
Waiting for you to get lost
In my words, once again

a dusty old book

by on 11:19:00 PM
A dusty old book in the corner of your bookshelf Waiting for you to get lost in the words Once again The dust are thickening As the pages lo...
Biarkan saya jatuh cinta kepada kamu..

..seperti saya jatuh cinta pada Bahasa Inggris, sehingga mempelajarinya bagi saya adalah sebuah kebahagiaan yang susah dijelaskan. Sampai-sampai membuat saya (hingga saat ini) tidur selalu bertemankan kamus di samping, karena bagi saya mencari puluhan definisi kata di kamus itu jauh lebih menyenangkan daripada membaca satu halaman tentir kedokteran.
Biarkan saya jatuh cinta padamu tanpa lelah, setidak lelah saya jatuh cinta pada bahasa yang satu ini.

.. seperti saya jatuh cinta pada secangkir kopi panas. Tidak bermaksud mengikuti tren, atau apalah itu, tapi kopi memang punya efek luar biasa hebat bagi saya. Seadiktif ekstasi, membuat saya lebih tenang dan fokus. Membuat inspirasi dan ide-ide bergelimpangan, memberi energi lebih untuk saya.
Biarkan saya jatuh cinta padamu penuh adiksi, secandu saya pada secangkir kopi hitam untuk saya memulai hari.

.. seperti saya jatuh cinta pada menulis, meskipun saya hanyalah seorang penulis amatir yang sungguh miskin diksi. Tetapi menulis adalah sekejap pelarian bagi saya dari bising dunia. Mencipta dan memiliki dunia sendiri, tanpa interupsi. Mengungkapkan apa saja yang tertuang di kepala dan di dalam isi dada.
Biarkan saya jatuh cinta padamu tanpa basa-basi, seterus terang kata-kata yang saya lontar kala menulis memuntah isi hati.

.. seperti saya jatuh cinta pada malam hari, karena kamu tahu, di malam hari lah saya dapat berhenti sejenak dan memikirkan apa yang sebetul-betulnya saya inginkan. Mengevaluasi yang telah lewat, merencakan yang di depan. Bermimpi, berkenalan dengan sepi setelah hiruk pikuk hari.
Biarkan saya jatuh cinta padamu dalam hingar bingar dan sunyi senyap, sebagaimana malam yang gemerlap, sekaligus hening lelap.

.. seperti saya jatuh cinta pada sajak-sajak Sapardi Djoko Damono. Sajaknya yang hangat dan lekat. Buncahan kalimat-kalimat yang dijahit satu-satu dari otak seni yang brilian. Tidak berat, namun sungguh memikat.
Biarkan saya jatuh cinta padamu sesederhana itu, setulus dan secermat kata demi kata yang tercipta dari seorang pujangga hebat.

.. seperti saya jatuh cinta pada diri saya sendiri.
Karena saya menyayangi diri saya, dan saya ingin yang paling baik untuk diri saya.
Oleh sebab itu, biarkan saya jatuh cinta padamu. Terus menerus. Secara baik dan benar. Melibatkan hati, tanpa membuang rasional.

Biarkan saya jatuh cinta, dan temanilah saya.
Tenggelam, terpontang-panting dalam bahagia.

Let me..

by on 11:06:00 PM
Biarkan saya jatuh cinta kepada kamu.. ..seperti saya jatuh cinta pada Bahasa Inggris, sehingga mempelajarinya bagi saya adalah sebuah ke...
Writing used to be as easy as looking at you and knowing what to write and why do I write.
But, some other times, writing is not as simple as that.
Sometimes, it takes more than that.

used to

by on 10:50:00 PM
Writing used to be as easy as looking at you and knowing what to write and why do I write. But, some other times, writing is not as simple ...