Yang kusayangi, (calon) agen perdamaian.


Sebenarnya saya sibuk sekali, banyak yang mesti saya urusi setiap hari. Seharusnya saya tidak sempat menulis surat balasan untuk kamu, namun karena kamu katanya sudah hopeless  jadi saya menyempatkan diri. Mungkin tidak bisa panjang - panjang, saya ada rapat dengan Komisi Perlindungan Bawah Laut setelah ini.

Kamu mau jadi agen perdamaian? Kamu salah alamat kalau mengirim surat untuk saya, mestinya kamu kirim ke presiden atau siapa saja yang kamu sebut berkuasa di tempat kamu. Siapa tahu kamu benar - benar diterima jadi agen? Kalau kamu kirim ke saya, saya bisa apa? Kecuali saya sama presiden kamu rajin BBM-an, mungkin saya bisa bantu rekomendasikan kamu.

Jadi, mohon maaf. Dengan menyesal saya beritahu, saya tidak bisa membantu banyak. Mungkin kamu akan menerima surat ini dengan kecewa, tapi daripada kamu nunggu - nunggu surat saya terus tambah hopeless? Saya prihatin sama kamu.

Begitu saja kiranya yang dapat saya informasikan. Sekian dan terima kasih telah menjalin kontak dengan saya. Baik - baik ya kamu di daratan sana.


Tertanda, Neptunus.

Ps. Kamu yakin kamu nggak tertarik jadi agen Neptunus? Setidaknya kamu bisa pake radar Neptunus untuk mencari perdamaian yang kayaknya sudah lama hilang. Pikir - pikir lagi ya, ini tawaran spesial lho.


Surat Balasan

by on 1:06:00 PM
Yang kusayangi, (calon) agen perdamaian. Sebenarnya saya sibuk sekali, banyak yang mesti saya urusi setiap hari. Seharusnya saya tidak se...
Hai Neptunus!

Perkenalkan, saya Isma. Oh tunggu dulu, surat ini bukan surat lamaran jadi agen Neptunus yang baru setelah Kugy sama Keenan pensiun loh ya...! Sempat kepikiran sih, tapi pas ditimbang - timbang saya nggak tertarik punya radar Neptunus. Kalau saya secantik Maudy Ayunda sih nggak papa, lha ini..  adanya malah dikira gila nanti.

Nus, saya pengen jadi agen. Tapi agen perdamaian. Saya sudah capek liat orang berantem. Saya capek liat air mata. Saya bosan liat huru - hara dimana - mana. Nah jadi itu kira - kira ngelamarnya ke bagian mana ya? Saya udah hopeless, nggak tau lagi mau nanya sama siapa. Jadi Nus, mohon bantuannya ya.

Dengan hormat,
(calon) agen perdamaian.

(bukan) Perahu Kertas

by on 5:04:00 PM
Hai Neptunus! Perkenalkan, saya Isma. Oh tunggu dulu, surat ini bukan surat lamaran jadi agen Neptunus yang baru setelah Kugy sama Keenan...
Selamat sore, @sandiuno

Halo..! Apa kabar?

Mungkin om akan terkejut membaca surat ini (Atau mungkin om tidak akan pernah membacanya?), salam kenal! Saya Isma Resti dari Pontianak. Lumayan jauh ya? Hehehe.

Tujuan saya mengirimkan surat ini adalah sebagai bentuk apresiasi saya kepada om (tidak apa - apa kan saya panggil begitu? Supaya terdengar lebih sopan saja) karena saya mengagumi om sudah sejak lama.

Awal saya mengetahui om adalah dari ayah saya. Beliau pernah bertemu om pada suatu kesempatan, dan beliau menceritakan kepada saya tentang om. Mulai dari situlah saya kemudian menjadi tertarik dengan sosok om yang hebat. Saya pun mulai mengikuti 'jejak - jejak' om di facebook, twitter, mengkliping artikel - artikel om yang ada di majalah ataupun koran. Saya begitu terinspirasi akan sosok Sandiaga Uno.

Hal yang membuat saya berdecak kagum ialah bahwa om adalah seorang yang sungguh visioner dan gigih di usia om yang terbilang masih muda. Meskipun saya kurang tahu benar mengenai entrepreneurship. Selain itu, om selalu rendah hati akan kesuksesan - kesuksesan om dan itu bisa saya lihat dari perilaku om (meskipun saya tidak pernah melihat om secara langsung).
Ah ya, hal lain yang menarik ialah kebiasaan om untuh shalat dhuha yang menurut om sudah tidak terasa seperti sholat sunnah lagi. Saya sungguh terinspirasi akan hal tersebut. Sedikit rahasia ya om, saya sampai menulis "bahkan seorang Sandiaga Uno berdhuha setiap hari, ayo, kenapa kamu tidak?" di dinding kamar saya lho.


Ah, mungkin itu saja yang dapat saya utarakan pada kesempatan ini. Saya sungguh senang apabila om membaca surat ini dan mengetahui bahwa saya adalah satu dari sekian banyak yang senantiasa mendukung om..!

Semoga mimpi - mimpi om untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik (bermula dari mengoptimalkan UMKM -- maaf bila saya salah) dapat terpenuhi ya..! Dan semoga kami generasi selanjutnya dapat mengikuti langkah - langkah kejayaan om di masa berikutnya..!


Salam Indonesia setara!

- Isma Resti Pratiwi
Teruntuk bumi,


Mohon maaf bila suatu kala kami pernah berjanji, kami akan memanfaatkanmu baik - baik. Mengambil seperlunya, melestarikan sekuat upaya.

Mohon maaf kami telah ingkar.

Hutan kami gunduli, sampai malu dedaunan ketika ditepau - tepau angin, ia menggigil sendiri.

Pohon - pohon diberangus, dan semak - semak rindang kami bakar sampai hangus. Tanah menjadi tandus.

Mohon maaf kami sungguh tamak.

Biru laut kami cemar hingga warna entah coklat entah hijau, sungai jadi tempat sampah hingga hilang kemilau, dan  kami cerca langit bila hari kemarau.

Kami bangun rumah dimana - mana, buka lahan untuk semua, sampah ditebar serta merta, lalu kami yang murka ketika tak ada lagi manismu yang bisa kami ambil alih kuasa.


Kami minta maaf, moga - moga setelah ini kami jera.

Mohon ibu pertiwi untuk tidak menangis lagi.
Air matamu menggenang sampai hari ini.


- tertanda, kami yang terendam semata kaki, betis, lutut dan dada.

Teruntuk Bumi

by on 5:22:00 PM
Teruntuk bumi, Mohon maaf bila suatu kala kami pernah berjanji, kami akan memanfaatkanmu baik - baik. Mengambil seperlunya, melestarikan ...
Untuk lelaki berjaket biru yang meminjam bukuku,


Hai, apa kabar? Baik sajakah? Aku agak cemas karena kamu menghilang beberapa waktu ini. Tidak kulihat lagi kamu duduk tenang membaca buku di sudut perpustakaan. Tidak kulihat kamu yang sesekali mendumel harus melepas jaket kesayanganmu dan menitipkannya di loket penitipan karena kebijakan perpustakaan ini  yang begitu aneh, melarang tamunya mengenakan jaket ketika membaca di dalam.

Kamu kemana? Aku butuh rekomendasi buku - buku yang harus aku baca. Biasanya kamu selalu menyarankan buku - buku terbaik yang aku tak pernah menyesal membacanya. Biasanya aku selalu mempercayaimu untuk memilihkan aku satu atau dua di antara beribu atau mungkin berjuta buku yang ada. Kamu seperti tour guide, dan aku adalah wisatawan setianya. Tak berlebihan bila aku sekarang kebingungan harus membaca apa tiap kali aku berkunjung. Kamu tidak ada.

Ingatkah kamu, terakhir kali kamu muncul di sini, giliran aku yang memberimu rekomendasi buku - buku yang menurutku bagus. Aku bahkan membawa tiga buku favorit milikku, yang kamu pinjam salah satunya. Buku yang paling aku sukai di antara dua yang lain. Kamu bilang kamu akan menghabiskannya dalam semalam dan besok kamu akan memberikan review terhadap buku tersebut. Kamu bahkan berkelakar akan melakukan bedah buku dan aku tertawa mengiyakan. Dalam pikiranku, kita pergi minum kopi di coffee shop tidak jauh dari sini dan berbicara panjang lebar mengenai buku tersebut. Tapi ternyata kamu tidak datang keesokan harinya.

Dan keesokannya lagi. Dan lagi.

Dan hingga hari ini, kamu tidak menampakkan diri. Sedikitpun. Tidak ada lagi jaket biru tua dengan ujung tali pengerutnya yang tergantung - gantung itu. Tidak ada lagi rambut ikalmu yang berantakkan, sampai kau risih sendiri jika jatuh menutupi wajahmu saat kamu sibuk membaca. Tidak ada lagi kamu yang menegurku, "Sudah baca buku ini? Di dalamnya kamu temui dunia kedua."

Lelaki berjaket biru yang kukagumi, tolong jawab, mengapa  kamu menghilang?

Kumohon munculah kembali. Bukan saja karena buku itu adalah buku favoritku dan akan sulit mencarinya sekarang karena itu buku tua. Tapi ada yang lebih dari itu.


Suratku sebelumnya, yang kuselipkan di dalam buku...
Aku butuh jawaban.

Iya, aku butuh jawaban.

Dimana?

by on 5:15:00 PM
Untuk lelaki berjaket biru yang meminjam bukuku, Hai, apa kabar? Baik sajakah? Aku agak cemas karena kamu menghilang beberapa waktu ini. ...
Kepada: Malam


Mohon jangan datang terlalu cepat hari ini, aku sedang menikmati senja.
Iya, berdua saja dengan dia. Kami tengah memuja - muji warna jingga.

Tolong beritahu matahari untuk tidak buru - buru menenggelamkan diri. Katakan padanya aku tengah bersandar padanya, di akhir sore yang separuhnya milik kami.


Sekali lagi, malam, jangan datang terlalu cepat. Aku tidak ingin dia pulang dan pergi. Menemui kekasihnya kala engkau tiba nanti.


Dari aku,
yang masih ingin membunuh rindu.

Pesan Kilat

by on 4:36:00 PM
Kepada: Malam Mohon jangan datang terlalu cepat hari ini, aku sedang menikmati senja. Iya, berdua saja dengan dia. Kami tengah memuja - ...
Kepada
Yth. Teman Sejawat dr. Lelaki, Sp. MBP
Spesialis Modus dan Bedah Perasaan
Jalan menuju masa depan
Pontianak

Dengan hormat,


Mohon konsultasi dan pengobatan selanjutnya untuk pasien atas nama Nona IRP, perempuan, usia 17 tahun ke atas dengan hasil pemeriksaan sering diajak jalan dan makan malam, diajak nonton, disepik dan ditemanin kalau lagi lembur. Pasien mengeluhkan kejelasan status. Diagnosa sementara terhadap pasien ialah friendzone asimtomatik. Hasil pemeriksaan laboratorium terlampir.
Penderita telah diberi terapi sementara berupa membatasi komunikasi dan menghindari faktor penyebab galau dengan dosis secukupnya. Diharapkan diberikan diagnosa pasti dan tatalaksana selanjutnya terhadap pasien.
Atas kesediaan Teman Sejawat, kami ucapkan terima kasih.


Hormat saya,



dr. Wanita
Jalan menuju kepastian
Pontianak




lampiran

HASIL LABORATORIUM

Mention dan DM: (+) 3 - 4 mention/TL/hari
SMS                 : (+) 132/1000 gratis sms/hari
Sepik               : (+)

Surat Rujuk(an)

by on 2:15:00 PM
Kepada Yth. Teman Sejawat dr. Lelaki, Sp. MBP Spesialis Modus dan Bedah Perasaan Jalan menuju masa depan Pontianak Dengan hormat, M...